Headlines News :
 photo Diary-Indra-Catri.gif
 photo No-Narkoba.gif

Peta Pengunjung

Counter Pengunjung

Tampilkan postingan dengan label Post. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Post. Tampilkan semua postingan

MASDIWAR - KAMI BERHARAP PEMERINTAH BANTU PRODUSEN GULA SEMUT

Jum'at, 10 Rabiul Akhir 1436 H / 31 Januari 2015 M
Reporter: Fitra Yadi

Bukik Batabuah - CMC. Kami mengharapkan pemerintah membantu produsen gula semut Bukik Batabuah sehingga menemukan konsumen yang lebih luas lagi. Hal itu disempaikan Masdiwar, S.Pd.I wali nagari Bukik Batabuah ketika penutupan acara pelatihan pembuatan gula semut bersama PSW (Pusat Studi Wanita) IAIN Bukittinggi di jorong Batang Silasiah nagari Bukik Batabuah Rabu (28/01) yang lalu.

Lebih lanjut Masdiwar menyampaikan bahwa "karena sekarang kesadaran masyarakat semakin tinggi mengkonsumi produk organik untuk menjaga kesehatan, sehingga produsen tidak sanggup lagi melayani permintaan pasar, salah satunya adalah tingginya kebutuhan pasar terhadap gula semut, atau disebut juga dengan gula merah bubuk.
Untuk menjembatani konsumen dan produsen, kita mengharapkan agar pemerintah khususnya dinas Koperasi dan UMKM Perindag Kabupaten Agam membantu kelompok tani pengolah hasil tebu Bukik Batabuah untuk peningkatan produksi dan pemasaran. Dalam waktu dekat ini kita akan menemui dinas terkait untuk membicarakannya" kata Masdiwar.

Kepada CMC, Salmi Afrita ketua KWT (Kelompok Wanita Tani) Sakinah Bukik Batabuah menyampaikan bahwa untuk meningkatkan keuntungan hasil pengolahan tebu dia bersama 21 orang anggotanya telah mendapat pelatihan membuat gula semut (Brown Sugar)  dari PSW IAIN Bukittinggi bersama PPL kecamatan Canduang selama sebulan dengan jadwal pelatihan setiap hari Rabu.

Dr. Silvia Hanani dari PSW IAIN Bukittinggi mengatakan bahwa "Kalau ibu-ibu telah maju ekonominya, maka bapak-bapak juga akan sejahtera. Semoga habis ini, kita yang pernah latihan, juga mengembangkan ilmunya kepada yang lain secara berkelompok. Untuk sekarang, kami haya bisa bantu dalam bentuk pelatihan dan alat-alat produksi untuk 1 kelompok saja, mudah-mudahan kedepan kita bisa dapat 3 proyek lagi. Ini akan tetap kita lanjutkan dan didampingi oleh PPL, dan sekarang kami serahkan kepada Inyiak Wali nagari dan kawan-kawan untuk mencari bantuan modal dan pemasaranya".

M. Nur Bangindo, Ketua Gapoktan Bukik Batabuah dan ketua KTNA kecamatan Canduang mengatakan bahwa setiap minggu Bukik Batabuah mengeluarkan gula merah tidak kurang dari 12 ton yang dijual di pasar Aur Kuning Bukittinggi dan di pasar Koto Baru. Namun sejak dulu sampai sekarang pendapatan masyarakat segitu-segitu aja. Dengan pengolahan gula merah menjadi gula semut (Saka bubuk) ini diharapkan pendapatan masyarakat akan lebih meningkat dengan jangkauan pasar lebih luas.

Arnelis, PPL kecamatan Canduang menambahkan bahwa produk ini adalah organik dan kehigienisannya sangat tinggi, petani tidak lagi mengilang dengan Kerbau tetapi sudah memakai mesin yang higienis dari hulu sampai ke hilir. | CMC

TINGKATKAN HASIL OLAHAN TEBU, KWT SAKINAH PRODUKSI GULA SEMUT

Kamis, 8 Rabiul Akhir 1436 H / 29 Januari 2015 M
Reporter: Fitra Yadi

PSW IAIN Bukittinggi bersama KWT Sakinah
Bukik Batabuah - CMC. Untuk meningkatkan keuntungan hasil pengolahan tebu, PSW IAIN Bukittinggi memberi pelatihan membuat Gula Semut kepada KWT Sakinah Bukik Batabuah Agam Sumbar selama sebulan, sejak Rabu (30/12/14) sampai Rabu (28/01/15).


Firdaus, ketua Karang Taruna Bukik Batabuah kepada CMC menerangkan bahwa beberapa bulan yang lalu datang dosen IAIN Bukittinggi menemui wali nagari Bukik Batabuah menawarkan program pemberdayaan perempuan. Firdaus mengusulkan supaya program itu dibawa saja ke KWT (Kelompok Wanita Tani) Sakinah. Atas hasil kesepakatan kelompok, mereka memilih pelatihan pembuatan gula semut, dan didatangkanlah pelatih dari Lawang kecamatan Matur Agam.

Dra. Hasneni, M.Ag dan Dr. Silvia Hanani ketika ditemui CMC pada acara penutupan pelatihan di jorong Batang Silasiah nagari Bukik Batabuah mengatakan bahwa kegiatan ini adalah program Pusat Studi Wanita (PSW) IAIN Bukittinggi dalam hal pengabdian masyarakat yang dibiayai oleh Kemenag Pusat.

Gula Semut adalah gula merah yang dijadikan bubuk (saka bubuk) dan sering pula disebut orang sebagai Brown Sugar. Dinamakan gula semut karena bentuk gula ini mirip rumah semut yang bersarang di tanah. Bahan dasarnya adalah air tebu atau air nira kelapa dan bisa juga air nira palem.

Seiring dengan meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap kesehatan dengan mengkonsumsi produk organik, sekarang permintaan pasar terhadap gula semut meningkat terus dari waktu ke waktu atas pertimbangan kepraktisan dan efisiensi penggunaan. Aromanya pun lebih harum dan lebih tahan disimpan lama dibanding gula cetak karena kadar airnya hanya 3 % saja.

Dengan menggunakan metoda Energi 5 elemen, para peneliti diperoleh hasil bahwa gula pasir menghasilkan nilai negatif, baik bagi tubuh maupun bagi pankreas, yang berarti merugikan bagi kesehatan. Sedangkan gula merah memberikan hasil positif bagi tubuh dan pankreas, yang berarti bermanfaat bagi kesehatan.

Gula pasir mempunyai dampak yang kurang baik bagi kesehatan pankreas dan tubuh. Gula pasir merupakan karbohidrat sederhana yang sulit dicerna dan diubah menjadi energi. Untuk mengubah gula pasir menjadi gula darah, tubuh hanya memerlukan waktu 3 menit. Tetapi untuk mengubah gula darah menjadi energi yang dapat disimpan dalam otot, pankreas memerlukan waktu kira-kira 140 menit. Selain itu, indeks lelah pankreas mencapai nilai +5. Nilai ini berlalu untuk 1/2 sendok gula atau 1 sendok gula.

Dengan demikian, mengolah gula pasir menjadi energi merupakan pekerjaan yang sangat melelahkan bagi pankreas. Pankreas yang normal hanya mampu mengubah 1/2 sendok makan gula pasir menjadi energi setiap hari. Berat 1/2 sendok makan gula pasir kira-kira 5 gram. Bila kita mengkonsumsi lebih dari 1/2 sendok gula, maka sisanya akan menjadi gula darah dan lemak tubuh. Akibatnya adalah orang menjadi bertambah gemuk, dan lama-kelamaan akan menderita diabetes. Dengan demikian, gula pasir merupakan makanan yang tidak sehat.

Sedangkan gula merah dapat mengkonversi gula menjadi gula darah  selama 3 menit juga. Tetapi untuk mengubah gula darah menjadi energi hanya dibutuhkan waktu 3 pula, lebih singkat. Indeks lelah pankreas dalam menghasilkan insulin untuk mengubah gula darah menjadi energi +0,00005. Ternyata lebih rendah kira-kira 100.000 x  dari gula pasir.

Ini berarti gula merah masih merupakan karbohidrat kompleks yang sehat. Dengan demikian, gula merah termasuk dalam makanan sehat. Pankreas mampu mengkonversi 9 sendok makan gula merah menjadi energi setiap hari atau kira-kira 90 gram. | CMC

CAMAT CANDUANG BERSEDIA BANTU SOSIALISASIKAN KPA

Senin, 01 September 2014 - 6 Dzulqa'dah 1435 H
Reporter: Fitra Yadi

Indra, S.Sos, M.Ap Dt. Baradai bersama Imrefli, SP
Canduang - CMC. Camat Canduang Indra, S.Sos, M.Ap Dt. Baradai mengharapkan agar Komunitas Petani Alami (KPA) kabupaten Agam juga dapat mensosialisasikan program dan pemikirannya di hadapan seluruh camat dan UPT BP4K2P se-kabupaten Agam supaya kita semua memiliki pandangan yang sama untuk menjalankan dan mendukungnya karena secara tidak langsung kerja dan program KPA juga ada keterkaitan dengan program pemerintah sekarang, yaitu "Agam menyemai".

"Dan kami bersedia membantu kawan-kawan KPA, buatlah daftar kebutuhan-kebutuhan dan berikan profilnya kepada kami dan kami akan membackup dan mensosialisasikan". Hal itu disampaikannya ketika membuka acara pelatihan CO (Comunitas Organizer) atau penggerak masyarakat di sekretariat KPA Canduang pada Sabtu (30/08) yang lalu.

Bersama Kepala UPT BP4K2P kecamatan Canduang Imrefli, SP camat Canduang Indra, S.Sos menghimbau kepada seluruh peserta supaya pelatihan ini tidak hanya sekedar belajar saja, namun juga dapat melaksanakannya di tempat masing-masing.
.
"Kami yakin rata-rata kita dari kelompok yang ada ini, pasti telah melaksanakan pola pertanian organik, namun persoalan yang kami lihat sekarang adalah kurang konsistennya kita melaksanakan ilmu yang telah kita dapatkan misalnya tentang ilmu padi organik, kemudian setelah habis dananya maka kemudian kita berpindah kembali kepada pertanian konvensional' sesal Indra.

"Sebagaimana kata ketua tadi bahwa tujuan akhir KPA ini adalah untuk mengumpulkan dan memasarkan hasil pertanian organik, tentunya ini tidak akan menjadi dabra akadabra semudah membolak telapak tangan. Tetapi perlu usaha keras untuk mewujudkannnya' kata Indra.

"Kita jangan hanya berorientasi kepada pemasaran saja, namun juga kesehatan, dan juga keselamatan bumi dan lingkungan kita. Kemudian yang perlu kita tingkatkan lagi adalah budaya organisasi. Budaya kerja kebanyakan kita banyak yang salah, secara sportif itu mesti kita perbaiki. Kunci yang terakhir adalah disiplin, bila kita disiplin kerja dan waktu maka kita akan mendapatkan hasil yang maksimal" pesannya.| CMC

KPA AGAM LATIH 40 CO TUK REBUT PASAR PERTANIAN ALAMI

Sabtu, 30 Agustus 2014 - 4 Dzulqa'dah 1435 H
Reporter: Fitra Yadi

Camat Canduang bersama KPA
Canduang - CMC. Untuk meningkatkan kapasistas anggotanya dalam mendampingi masyarakat, KPA (Komunitas Petani Alami) kabupaten Agam gelar pelatihan CO (Community Organizer) yang didampingi LSM Bina Desa Jakarta selama 3 hari di sekretariat KPA Pakan Kamih, jorong Batu Balantai nagari Canduang Koto Laweh dari Sabtu sampai Selasa, 30 Agustus – 2 September 2014.

Ketika acara pembukaan pagi Sabtu (30/08) hadir Camat Canduang Indra, S.Sos, M.Ap Dt. Baradai, Kepala UPT BP4K2P kecamatan Canduang Imrefli, SP, Kepala Laboratorium Hama dan Penyakit Bukittinggi Efiarnis, SP. Para petani Pakar, petani alami dari 14 nagari di kabupaten Agam yang difasilitasi oleh Armin Salasa dan Nining Erlina Fitri dari LSM Bina Desa Jakarta.

Ketua KPA Endrie Sonny, SP menerangkan bahwa “komunitas ini didirikan oleh beberapa orang petani yang telah melaksanakan pola pertanian alami (baca: organik) pada 9 Juni 2014 yang lalu di sekretariat Kelompok Tani Lurah Sepakat, nagari Simarasok, Baso. Anggota KPA ini baru melingkupi 7 kecamatan seperti Canduang, Baso, IV Angkek, Kamang Magek, IV Koto, Sungai Pua, Palupuah yang tersebar pada 14 nagari di kabupaten Agam dengan melibatkan 280 Kepala Keluarga”.

“KPA sekarang sudah memiliki akta notaries dan juga sudah terdaftar di Kesbangpol kabupaten Agam. Program ini hanya terdapat pada 2 kabupaten di Indonesia, yaitu di Agam Sumatera Barat dan di Bulukumba Sulawesi Selatan yang didanai oleh LSM ASIADHRA yang berkedudukan di Philipina dan didampingi oleh LSM Binadesa Jakarta" kata Endrie Sonny.

"Sasaran akhir kita adalan mengumpulkan hasil pertanian alami dan memasarkannya" tukuk Endrie Sonny yang lebih akrab dipanggil Boy ini. | CMC

KARANGTARUNA MARAPI SAIYO GELAR PELATIHAN SERVICE HP

Rabu, 20 Agustus 2014 / 24 Syawwal 1435 H
Reporter: Fitra Yadi

BLK Payakumbuh memberi pelatihan Service HP
Bukik Batabuah - CMC. Untuk mengurangi angka pengangguran bagi usia produktif maka Karangtaruna Marapi Saiyo nagari Bukik Batabuah kecamatan Canduang Kabupaten Agam Sumatera Barat gelar pelatihan keterampilan service Handphone selama sebulan, sejak 18 Agustus - 17 September 2014.

Dari pengamatan CMC di lokasi pelatihan yang bertempat di gedung belajar MDA (Madrasah Diniyah Awwaliyah) Nurul Iman Batabuah koto Baru nagari Bukik Batabuah bahwa pelatihan ini diikuti oleh 16 orang peserta dari anggota Karangtaruna Marapi Saiyo yang terdiri dari tamatan SLTP sebanyak 2 orang, lulusan SLTA sebanyak 12 orang dan jebolan perguruan tinggi sebanyak 2 orang dengan komposisi 6 orang perempuan dan 10 orang laki-laki yang berasal dari perwakilan 4 jorong yang ada di nagari Bukik Batabuah.

Pelatihan ini ditangani oleh 3 orang instruktur yaitu Mutasar, Muhardinur dan Yondrizal dari BLK (Balai Latihan Kerja) Payakumbuh dengan penanggung jawab kegiatan Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) kecamatan Canduang Zulhendri Malin Batuah dibawah koordinasi Dinsosnakertrans Kabupaten Agam.

"Awalnya Karangtaruna Marapi Saiyo mengajukan proposal kepada TKSK kecamatan Canduang pada bulan Maret 2014 lalu kemudian ditindak lanjuti oleh Dinsosnakertrans Kabupaten Agam dan kemudian diteruskan kepada BLK Payakumbuh. Maka pada Senin (11/08) lalu pelatihan ini dibuka secara resmi oleh kepala Dinsosnakertrans Kabupaten Agam, Camat Canduang, Wali nagari Bukik Batabuah dan wali jorong se Nagari Bukik Batabuah" kata Zulhendri Malin Batuah TKSK kecamatan Canduang kepada CMC saat ditemui di ruang pelatihan.

Mutasar salah seorang instruktur kepada CMC menerangkan bahwa "pelatihan ini sama seperti sekolah, mulai belajar jam 8 pagi dan pulang pukul 14.00 Wib."

"Implementasi pelatihan ini adalah membuka Service Handphone dengan lama pendidikan 30 hari atau 240 jam belajar. Seluruh kegiatan gratis dan difasilitasi oleh BLK mulai dari alat tulis, pakaian kerja, snack, makan dan transportasi Rp. 15.000 perhari yang dibayarkan berdasarkan kehadirannya" tambah Mutasar. |CMC

TINGKATKAN PENGAWASAN ORANG TUA TERHADAP ANAK

Sabtu, 7 Ramadhan 1435 H / 5 Juli 2014
Reporter: Fitra Yadi

Tingkatkan kewaspadaan orang tua terhadap pengawasan anak. Pengaruh teknologi informasi canggih semakin tinggi terhadap perkembangan anak-anak kita. Banyak kasus amoral terjadi pada generasi muda belakangan ini terbukti karena pengaruh media informasi. Demikian disampaikan oleh Camat Canduang Indra, S.Sos, Map. Dt. Baradai ketika memberi sambutan pada acara Safari Ramadhan di Mushalla Al-Ittihad (Surau Baru) jorong Gantiang Koto Tuo, nagari Canduang Koto Laweh pada malam petang Jum'at, 6 Ramadhan / 4 Juli lalu

Pada sesi taushiyah ustazd Darno Efendi, S.PdI Penyuluh Agama kecamatan Canduang juga menekankan peran orang tua dalam mendidik anak. Anak itu bagai kapas, mau diwarnai dengan warna apapun itu tergantung kepada orang tuanya. Baik buruk anak juga tergantung dari pendidikan yang diberikan oleh orangtuanya kata Darno. | CMC

KECAMATAN CANDUANG TURUNKAN 6 TSR

Sabtu, 7 Ramadhan 1435 H / 5 Juli 2014
Reporter: Fitra Yadi

Kecamatan Canduang turunkan 6 Tim Safari Ramadhan pada malam petang Jum'at, 6 Ramadhan / 4 Juli lalu. Masing-masing tim turun ke 1 lokasi di tiga nagari di lingkungan kecamatan Canduang. Agenda safari Ramadhan ini di mulai dengan berbuka bersama di kantor Camat Canduang.

Camat Canduang Indra, S.Sos, Map. Dt. Baradai kepada CMC menyampaikan bahwa tujuan acara ini adalah untuk meningkatkan hubungan silaturrahmi antar Pemerintah kecamatan Canduang dengan masyarakat. Tugas tim adalah untuk memberi informasi perkembangan pembangunan dalam wilayah kecamatan Canduang dengan materi utama Program penanggulangan kemiskinan, Menampung aspirasi masyarakat, dan menyerahkan bantuan dana kepada lokasi yang dikunjungi.

Tempat-tempat yang dikunjungi malam itu adalah
  1. Mushalla Al-Ittihad (Surau Baru) Gantiang Koto tuo, nagari Canduang Koto Laweh dengan ketua Tim Camat Canduang Camat Canduang Indra, S.Sos, Map. Dt. Baradai
  2. Mushalla al-Mujahidin V Kampuang jorong Bingkudu nagari Canduang Koto Laweh dengan ketua tim Ka KUA Canduang Basharuddin, SH.
  3. Mushalla Surau Banda jorong Lasi Mudo nagari Lasi dengan ketua tim Kapolsek Ampek Angkek Canduang Akp Y. Eko Sulistio, SH.
  4. Mushalla Aia Dingin jorong Pasanehan nagari Lasi dengan ketua tim Ka. Puskesmas Canduang Afnaldi, SKM.
  5. Mushalla Nurul Iman Pincuran Tujuah jorong Batabuah Koto Baru nagari Bukik Batabuah dengan ketua tim Dan Ramil Ampek Angkek Canduang Kapten Bataruddin.
  6. Mushalla An-Nur Gobah jorong Gobah nagari Bukik Batabuah dengan ketua Tim Ka. UPT Pendidikan Ls Drs. H. Ariyetman
Mengingat DPA kecamatan Canduang sangat kecil, maka pada tahun ini masing-masing lokasi hanya dapat bantuan senilai Rp. 350.000 . | CMC

CAMAT CANDUANG GELAR BUKA BERSAMA

Sabtu, 7 Ramadhan 1435 H / 5 Juli 2014
Reporter: Fitra Yadi

Camat Canduang Indra, S.Sos, Map. Dt. Baradai gelar buka bersama di kantor Camat Canduang pada malam petang Jum'at 6 Ramadhan / 4 Juli lalu.  Acara itu dihadiri oleh Satuan Kerja Pemerintah Daerah (SKPD), pemerintahan nagari, Karangtaruna, LKAM, MUI, Mahasiswa KKN dan lain-lain. 

Acara itu bertujuan untuk meningkatkan hubungan silaturrahmi antar SKPD, dan seluruh elemen masyarakat se kecamatan Canduang. Selain itu juga sebagai bahagian dari acara pembuka Safari Ramadhan yang pada malam itu akan mengunjungi 6 lokasi di 3 nagari di kecamatan Canduang.

Indra, S.Sos, Map. Dt. Baradai kepada CMC mengatakan bahwa acara ini adalah "agenda tahunan kecamatan Canduang untuk bersilaturrahmi di bulan Ramadhan meningkatkan solidaritas bersama". |cmc

Mahasiswa Malaysia Study Tour ke MTI Canduang

Sabtu, 16 Rabiul Awwal 1435 H / 18 Januari 2014 M
Dilaporkan oleh: Miftahul Fikri

Sabtu, 16 Rabiul Awwal 1435 H / 18 Januari 201
Mahasiswa IIUM saat foto bersama di MTI-C
Pakan Kamih (CMC),- Mahasiswa Islamic International University Malaysia(IIUM) kunjungi Madrasah Tarbiyah Islamiyah Canduang pada Sabtu(18/01). Study tour ini membawa rombongan Mahasiswa sebanyak 40 orang.

Kunjungan ini dilaksanakan oleh IIUM dalam bentuk program pelayanan masyarakat dan pertukaran budaya dengan mengusung tema “Learning towards Charity through the Experiences". Kegiatan ini diadakan oleh IIUM sebagai program berbagi dalam bidang pendidikan kepada pelajar Minangkabau. Seperti yang di tuturkan oleh salah seorang mahasiswa IIUM, Nick Hazlan yang mengungkapkan bahwa kedatangan Mahasiswa dari IIUM adalah dalam rangka program pendidikan pelayanan masyarakat dan pertukaran budaya serta memberikan bantuan kepada Madrasah.

Ketika berada di MTI Canduang, mahasiswa memberikan pendidikan dengan mengadakan permainan yang mengandung unsur Matematika dan bahasa Ingris kepada puluhan santri MTI-C.

Saat kegiatan tersebut berlangsung, tampak seluruh santri yang ikut serta, menerima dan melaksanakan semua yang di instruksiakan mahasiswa tersebut dengan semangat. Mereka merasakan banyak mendapatkan pelajaran dari kegiatan-kegiatan yang diadakan.

kemudian, tidak hanya MTI Canduang yang mendapat kunjungan dari Mahasiswa IIUM, tapi kemaren mereka telah mengunjungi Universitas Andalas dan esok dalam agenda mereka juga akan mengunjungi Panti Asuhan An-Nur Pasanehan Nagari Lasi, Kec. Canduang.

Para mahasiswa juga mengaku sangat sanang dan terkesan berada di bumi Minangkabau. Mereka merasa Sumatra Barat sangat tenang dan nyaman. Kami sangat senang dan betah berada disini, daerahnya tenang dan nyaman dan orang-orangnya sangat ramah serta makanannya enak-enak", demikian ungkap Nick kembali.

Setelah selesai bermain dengan nuansa pendidikan bersama para santri, acara dilanjutkan di Auditorium Syekh Sulaiman Arrasuli dengan penyampai terima kasih dari Pimpinan Madrasah atas kunjungan dari Mahasiswa IIUM. Kemudian dilanjutkan dengan pemberian hadiah bagi santri yang menang games, serta penyerahan kenang-kenangan dari IIUM yang di terima oleh Rais madrasah dan penyerahan kenang-kenangan dari MTI yang di terima oleh Ketua rombongan study tour.

Setelah selesai, agenda tersebut diakhiri dengan foto bersama di halaman Madrasah, sebelum akhirnya para Rombongan dari Malaysia berangkat meninggalkan Madrasah Tarbiyah Islamiyah Canduang. CMC

PAPIKO Gelar Open Turnamen Futsal


Camat Canduang Indra,S.Sos,MAP membuka secara resmi Open Turnamen futsal se Agam Timur bertempat di Lapangan Papiko Koto Panjang Nagari Bukik Batabuah Pada hari selasa, 14 Januari 2014.

Walinagari Bukik Batabuah Masdiwar,S.Pdi menyatakan akan membentuk wadah perhimpunan pemuda khususnya bagi kegiatan olahraga di Nagari Bukik Batabuah sehingga berbagai jenis olahraga akan terkelola dengan baik dan mampu melahirkan atlet-atlet yang berprestasi pula. 

Sementara itu Camat Canduang  dalam pengarahannya menyambut baik kegiatan open turnamen yang digagas oleh Generasi Muda Koto Panjang yang tergabung dalam Organisasi Papiko ini. Canduang yang dikenal sebagai salahsatu pelopor dalam berbagai kegiatan terutama di bidang keagamaan, saat ini telah maju selangkah lagi di bidang olahraga. "Di saat kita dihadapkan pada berbagai permasalahan kenakalan remaja al : bahaya narkoba, maka kegiagan olah raga adalah jalan keluar yang sangat positif disamping mampu menyalurkan bakat dan minat generasi muda jjga menjalin taki silaturrahmi"  papar Indra. 

Dalam kesempatan tersebut Camat tidak lupa menyampaikan apresiasi yang setiggi-tingginya kepada Paniti atas penyelenggaraan open turnamen ini, selanjutnya Camat memintakan perhatian serius dari SKPD terkait dan stake holders lainnya di Kabupaten Agam agar melakukan pembinaan terhadap para generasi muda khususnya di bidang olahraga ini.

Open turnamen ini diikuti oleh 24 club futsal Se Agam Timur dan Bukittinggi. Pembukaan ini Open turnament ini ditandai dengan tendangan bola pertama oleh Camat Canduang, dengan didampingi oleh Walinagari, tokoh masyarakat dan panitia pelaksana. (CMC)

MIFTAHUL FIKRI DILANTIK JADI WARTAWAN MUDA CMC


Senin, 18 Zul Hijjah 1434 H / 23 Oktober 2013 M


Pimpinan redaksi CMC (Canduang Media Center) Ajmal Hadi, melantik Miftahul Fikri sebagai urang dapua (crew) CMC yang baru pada Rabu siang (23/10).

Setelah mengikuti pendidikan dasar kejurnalistikan selama beberapa bulan, Miftahul Fikri dinyatakan memiliki kemampuan di bidang itu dan berhak mendapatkan sertifikat. Tidak hanya sampai disitu saja, ia juga diangkat menjadi wartawan muda di CMC. Dalam menjalankan tugasnya ia juga dibekali dengan kartu Pers yang diserahkan langsung oleh Ajmal Hadi.

Miftahul Fikri yang sekarang sedang menduduki bangku pelajaran kelas VII (3 SLTA) di Pondok Pesantren MTI Canduang ini adalah warga jorong Bingkudu nagari Canduang Koto Laweh.

Miftahul Fikri mengatakan bahwa "dari seorang penulis yang hanya amatiran yang tidak mengenal gaya tulisan sehingga dilatih menulis untuk sebuah media, saya menemukan hal lain dalam diri saya yaitu perkembangan tulisan dan wawasan sosial dalam diri saya".

"Disini saya mendapatkan ilmu kejurnalisan dalam setiap tulisan yang saya ketikkan. Semakin saya menulis maka semakin saya coba menggali pikiran untuk memikirkan apa yang belum pernah saya pikirkan sebelumnya".

"Saya merasakan pola pikiran semakin berkembang karena setiap kali menulis kita dituntut untuk selalu mengeluarkan ide-ide yang cemerlang, bagaimana kita mengembangkan bahasa dalam tulisan kita".

" Untuk mencari sebuah berita yang akan di tulis memang tidak mudah, butuh usaha yang keras untuk berlari, mendengar dan melihat apa yang terjadi di sekitar kita untuk menjadikannya sebuah tulisan yang bermakna dan bernilai guna".

" Pers bukanlah pembuka aib, bukan pengumbar fitnah, namun sebuah media untuk berbagi informasi dalam cerita dan tulisan kepada khalayak ramai. Maka saya yang mencoba belajar menulis ini berpesan untuk pribadi sendiri agar tetap semangat dan berfikir mengungkapkan informasi kepada semua orang yang semoga akan menjadi sebuah ibadah. Dan untuk para pembaca agar dapat meninggalkan kritik atas tulisan-tulisan yang akan mendidik dan menjadikan dunia pers semakin berkembang" tukuk Fikri.

Dilaporkan oleh: Fitra Yadi

CAMAT CANDUANG LANTIK PENGURUS OSTI

Senin, 25 Zulqa'dah 1434 H / 30 September 201
Reporter: Miftahul Fikri
 
MTI Canduang-CMC, Camat Canduang melantik pengurus Organisasi Santri Tarbiyah Islamiyah (OSTI) Canduang setelah upacara bendera Senin (30/09) di halaman Madrasah Tarbiyah Islamiyah Canduang. Setelah bertindak sebagai inspektur upacara bendera Camat Canduang, Indra, S.Sos, MAP diminta langsung oleh pihak Madrasah untuk melantik pengurus terpilih OSTI periode 2013/2014 di bawah pimpinan Shalahuddin sebagai ketua menggantikan pengurus sebelumnya di bawah pimpinan Fauzan Aulia.

Sebelum resmi melantik, Indra, S.Sos, MAP menanyakan kembali kesiapan pengurus terpilih untuk mengemban amanah sebagai perpanjangan tangan pihak Madrasah kepada seluruh santri. Kemudian setelah melantik secara resmi Shalahuddin dan rekan-rekan sebagai pengurus OSTI 2013/2014, Indra berpesan dan mengharapkan kepada pengurus yang telah dilantik untuk bisa menjalankan tugasnya dengan sebaik munkin.

Selesai memberikan pengarahan kepada pengurus yang telah dilantik oleh Camat Canduang, acara dilanjutkan dengan penandatanganan berita acara serah terima jabatan oleh Fauzan Aulia sebagai presiden OSTI 2012/2013 kepada Shalahuddin sebagai presiden OSTI 2013/2014 dan bertindak sebagai saksi yaitu Pimpinan MAS-TI, Zulkifli, S.Pd.I, MA dan pimpinan MtsS-TI, H. Hasan Basri, S.Pd.I.

Setelah peserta upacara dibubarkan, Pimpinan Madrasah mengadakan pertemuan singkat dengan Camat Canduang, Indra S.Sos, MAP di ruangan Pimpinan Madrasah Tarbiyah Islamiyah Canduang, sebelum akhirnya Pak Camat bergerak meninggalkan MTI-C.|CMC

DUA NAGARI DI CANDUANG AKAN SEGERA MENGGELAR PILWANA

Kamis, 8 Zulqa'dah 1434 H / 12 September 2013 M

Photo: hambud.wordpress.com
Canduang-CMC, Panitia pemilihan wali nagari Canduang Koto Laweh dan Bukik Batabuah telah mulai bekerja. Dari pantauan CMC Selasa (10/09) yang lalu di nagari Canduang Koto Laweh telah mulai menerima pendaftaran bakal calon wali nagari, sedangkan di nagari Bukik Batabuah baru selesai rapat koordinasi.

Adi Kus Endang ketua panitia pemilihan wali nagari Canduang Koto Laweh ketika ditemui di sekretariatnya Balai Sati pada Selasa (10/09) kepada CMC menerangkan bahwa panitia pemilihan wali nagari dan pengawas telah dibentuk melalui musyawarah BAMUS (Badan Musyawarah) nagari pada hari Minggu (25/08) yang lalu dan baru-baru ini telah dikeluarkan pula SK-nya.

Rini Putri Pertiwi, S.Pd anggota panitia pemilihan wali nagari Bukik Batabuah bidang administrasi-keuangan saat ditemui CMC di kantornya siang Selasa (10/09) mengatakan bahwa panitia pemilihan wali nagari beserta pengawasnya juga telah dibentuk oleh BAMUS nagari Bukik Batabuah pada Sabtu (7/09).

Mengenai program kerja, Adi Kus Endang memaparkan bahwa "langkah yang telah dikerjakan panitia adalah mengajukan RAB (Rancangan Anggaran Biaya) pemilihan wali nagari kepada bupati melalui BAMUS, menentukan lokasi yang akan dipakai untuk 13 TPS, membuat DPT (Daftar Pemilihan Tetap), mengumumkan kepada masyarakat mengenai syarat-syarat pendaftaran bakal calon wali nagari melalui masjid-masjid pada hari Jum'at, kantor-kantor jorong dan selebaran-selebaran".

"Pendaftaran bakal calon wali nagari telah dimulai sejak Senin (9/9) sampai Senin (17/09) mendatang, selama 7 hari kerja. Sampai Selasa (10/09) telah mendaftar sebanyak dua orang bakal calon. Rabu (18/09) mendatang akan dilanjutkan dengan ferivikasi bakal calon" kata Endang.

Rini Putri Pertiwi mengatakan pula "tugas yang telah dikerjakan panitia pemilihan wali nagari Bukik Batabuah baru sampai pada rapat kerja yang digelar pada Senin (09/09)".


"Untuk nagari Canduang Koto Laweh, kami menargetkan pada bulan Oktober 2013 ini semuanya sudah kelar, dan diharapkan bulan November nanti sudah bisa dilakukan pelantikan wali nagari yang baru" pungkas Endang.

Data yang didapat dari sekretariat panitia pemilihan pemilihan wali nagari Canduang Koto Laweh inilah susunan panitianya: ketua Adi Kus Endang, wakil ketua Abuzar, S.Pd dan anggota Syukri Salim, Syamril, Yendri, S.Pd. Sedangkan Pengawas, ketuanya adalah Drs. Ardiwinata Khatib, sekretaris Elmi Yesri, S.Pd dan anggota Yonnis, S.Pd, H. Nazir Kamar serta Erlinda.

Dan dari Bukik Batabuah didapat data "ketua panitia adalah Drs. Armel, wakil M. Nur St. Bagindo dan anggota bid. Logistik, Khairial, A.mD, bidang administrasi-keuangan, Rini Putri Pertiwi, S.Pd, bidang sosialisai afrizal st. Bando. Sedangkan pengawas adalah Aswandi, St. Rajo ameh, Ahmad Daroji, Sutan Makmur, SP.dI, Marjohan St. Marajo, Dewi Hartati, S.PdI, Yuswardi, dan Kari Sati".
 Komposisi panitia dan pengawas ini adalah hasil dari musyawarah BAMUS dengan pemuka masyarakat yang terdiri dari unsur perangkat nagari, pemuda, bundo kanduang, niniak-mamak, cadiak pandai dan majlis ulama.

Penjabat wali nagari Canduang Koto Laweh Drs. Metrizal mengatakan bahwa "ia telah menerbitkan SK pula mengangkat anggota sekretariat panitia yang terdiri dari: "Sekretaris Fikria Hamda, S.P.dI, anggota Yandrizal, S.SosI, Ira Maya Sari, Zainal Anhar, Tasman Dianto, Salvo Kurnia, Erizal, Mariori, Aril, Irwan Warosa, Atrius dan Asrizal".

Dari nagari Bukik Batabuah, belum didapat data komposisi petugas sekretariatnya karena penjabat wali nagari Doni Eka Putra tidak berhasil ditemui di kantornya pada Selasa (10/09) itu.

Ajmal Hadi staf kantor camat Canduang menerangkan, "karena wali nagari Bukik Batabuah M. Nasir Khatib Bagindo dan wali nagari Canduang Koto Laweh Thamrin. HK. Dt. Pangeran S.Sos mencalonkan diri mengikuti Pileg yang akan digelar pada 9 April 2014 mendatang, maka mereka digantikan oleh penjabat wali nagari yang dijabat oleh sekretaris nagari masing-masing. Sedangkan wali nagari Lasi Masril Khatib Bandaro masih bertugas sampai akhir masa jabatan April 2014 mendatang.

Tugas penjabat wali nagari itu diantaranya adalah segera menggelar pemilihan wali nagari periode 2013-2019. Pemilihan wali nagari ini akan dilaksanakan serentak pada hari Kamis tanggal 17 Oktober 2013" kata Ajmal Hadi mengakhiri. *(Fitra yadi/cmc)

MTI-C SATU-SATUNYA PESANTREN YANG BERLAGA PADA PEKAN KONSTITUSI VI DI UNAND

Rabu, 7 Zulqa'dah 1434 H / 11 September 2013 M


Rizki Muktamirul Khair
Padang-CMC, MTI Canduang adalah satu-satunya Pondok Pesantren yang mengikuti Pekan Konstitusi VI antar SMA se-Sumbar, Riau dan Jambi pada tanggal 02-05 September 2013 yang lalu. Ini menunjukkan kepada khalayak ramai bahwa Pondok Pesantren juga mampu bersaing dalam bidang ilmu hukum dengan sekolah-sekolah Negeri.

Dalam acara ini MTI-C mengikuti beberapa cabang perlombaan, diantaranya Pidato Konstitusi dalam bahasa Ingris oleh Nita Permata Sari (kelas VII) warga Bukik Batabuah, Lomba Debat Konstitusi oleh Abdurrahman Anshar, Al Fajri, Ratna Ayu Permata Aini (kelas VI), dan lomba Cerdas Cermat Konstitusi oleh Rizky M.K, Ginita Fisca Rina, Nurrahmi Fitri (kelas VII).

Peserta utusan MTI Canduang yang dibimbing oleh Ustadz Beni Kharisma Arrasuli, SH, LLM ini berangkat dari MTI-C sejak sore Sabtu Sore (31/08). Acara Pekan Konstitusi VI yang diadakan di Universitas Andalas Padang itu adalah acara yang pertama kali diikuti oleh MTI Canduang.

MTI-C yang biasanya ampil dalam ajang perlombaan yang bernuansa kepesantrenan, namun kali ini berusaha bersaing dengan beberapa SMA unggulan dalam ajang perlombaan konstitusi kenegaraan.

Meski belum mendapatkan hasil yang sempurna, namun para peserta dari MTI-C sudah menampilkan kemampuan semaksimalnya, dan pengalaman dalam ajang ini juga belum banyak, tapi tidak sedikit pelajaran yang peserta dapatkan selama acara tersebut.

Seperti yang di tuturkan Rizky M.K, salah seorang peserta dalam cabang Cerdas Cermat kepada CMC mengungkapkan bahwa walaupun MTI-C belum bisa meraih hasil yang memuaskan, tapi semua peserta sudah berusaha berlatih dan belajar dengan sangat sungguh sebelum acara serta ketika perlombaan sudah menampilkan semua kemampuan, dan ini juga pertama kali diikuti MTI Canduang namun kita patut berbangga karena MTI-C dengan kualitas pesantren dalam bidang keagamaannya bisa bersaing dengan berbagai SMA negeri unggulan dalam lomba yang bukan bidang unggulan dari Madrasah kita, ungkap Rizky.

Dia juga berharap semoga di tahun depan MTI dapat kembali mengikuti Pekan Konstitusi tersebut serta dapat mendapatkan hasil yang lebih memuaskan dengan pelajaran yang di dapat pada ajang tahun ini.

Acara ini di tutup pada hari kamis (05/09), dan pada Jumat pagi (06/09) semua peserta dan pembimbing sampai kembali di Madrasah Tarbiyah Islamiyah Canduang. *(Miftahul Fikri/cmc)

BMT AGAM MADANI MESTI BERBENAH DIRI

Ahad, 4 Zulqa'dah 1434 H / 8 September 2013 M
Oleh: Muhammad Yunus

Muhamma Yunus
Gerakan Ekonomi Syariah di Kab. Agam direalisasikan dalam Pembentukan Baitul Maal wat Tamwil pernagari. Gerakan ini dibawah kepemimpinan mantan Bupati Agam Aristo Munandar pada periode ke-2.

Pembentukan BMT ini bekerjasa dengan Pinbuk. Pada awal berdirinya BMT Agam Mandiri, ketika itu penulis menjabat sebagai Manejer BMT Baiturrahman Lasi yang anggotanya sebagian besar berasal dari kecamatan Canduang dan sedikit dari Kota Bukittinggi.

Baitul Maal wat Tamwil adalah sebuah solusi untuk menggeser pengaruh ekonomi rente dari perseorangan. Dalam bahasa lokal bernama Julo-Julo Tembak.

Untuk mendapatkan julo-julo tembak seorang pedagang di pasar nagari hanya cukup meminta saja kepada pengelola. Pinjaman dimulai dari Rp. 500.000,- sampai Rp. 5.000.000,-. Kecendrungan peminjam adalah untuk memenuhi kebutuhan mendesak seperti untuk penambahan modal atau keperluan lainnya.

Bila ingin mengakses perbankan, maka masyarakat butuh waktu yang lama dan prosedur yang amat banyak. Sedangkan dengan julo-julo tembak hanya butuh hitungan jam. Biasanya setiap orang pengelola julo-julo tembak mampu memutarkan uang sebesar Rp. 100.000.000,- untuk satu pasar Nagari. Bunga yang diminta untuk sekali pinjam adalah 20%. Bila pedagang meminjam Rp. 1.000.000,-, maka mesti menggembalikan sebesar Rp. 1.200.000,- dalam 10 minggu. Dana yang didapat dipotong angsuran Rp. 200.000,-. Peminjam mendapatkan uang Rp. 800.000,- yang mesti mulai diangsur minggu depan.

Sistem keuangan rente inilah yang menjadikan pedagang kecil dipasar nagari di kab. Agam dan pasar lainnya tidak dapat tumbuh berkembang.

Kebijakan mendirikan BMT Agam Madani berbasis nagari yang bersinergi dengan progam Penanggulangan Kemiskinan berbasis Masjid di kab, Agam. Dimana BMT Agam Madani diharapkan mampu menjadi katalisator penguatan ekonomi masyarakat nagari yang kebanyakan adalah masyarakat petani dan pekebunan palawija.

Setiap BMT Agam Madani memiliki 3 sampai 4 orang karyawan. Satu orang bertanggungjawab sebagai Menejer dan lainnya terbagi menjadi bagian pembiayaan, kasir dan funding. Wilayah kerja BMT Agam Madani adalah Nagari. Setiap BMT diberikan modal sebesar Rp. 300.000.000,- sebagai modal awal. Sedangkan gaji pengelola dalam satu tahun pertama ditanggung oleh Pemerintah Kab. Agam. Seiring berjalannya waktu, beberapa BMT Agam Madani tidak terlihat lagi kinerja.

Mencoba searching di google.co.id, tidak ada pemeberitaan yang memadai tentang bagaimana perkembangan BMT Agam Madani saat ini. Penulis pernah mencoba mengajak beberapa BMT Agam Madani, terkusus BMT Agam Madani Nagari Canduang, dan Nagari Koto Hilalang untuk bekerjasama dalam pertanian peternakan organik. Namun jawaban paling pas adalah dana BMT Agam Madani tidak cukup.

Ada apa dengan BMT Agam Madani? Apakah ada masalah yang sangat kronis atau salah pengelolaan dari Pengelola atau pengurus? Pengelolaan BMT membutuhkan kemampuan wirausaha melihat potensi nagari. Bila nagari lebih dominan sektor pertanian, maka BMT menfocuskan pembiayaan untuk pertanian dengan model pembiayaan mudharabah dan ba’i salam. Sedangkan dalam tingkat Kab. BMT Agam Madani belum memiliki Holding yang menjadi team penilai, pengawas dan pembinaan BMT Agam Madani yang sedang mengalami sakit secara manajemen dan usaha.

Hal ini butuh keberanian dari Bupati Kab. Agam Indra Catri untuk memperbaiki BMT Agam Madani bagian dari percepatan ekonomomi nagari.

Ada beberapa hal mendasar yang dapat dilakukan dalam memperbaiki kinerja BMT Agam Madani: Pertama, memberikan apresiasi kepada Pengelola BMT Agam Madani yang memiliki prestasi. Katagori ini bisa dibagi menjadi beberapa bagian. Pertama, Apresiasi Bidang Pembinaan Anggota. Kedua, Apresiasi Bidang Tata Kelola Keuangan. Ketiga, Apresiasi Bidang Manajemen. Keempat, Apresiasi Bidang Pengelolaan dana ZISWAF.

Kedua, memberikan pelatihan berkelanjutan untuk peningkatan skiil dan pengetahuan pengelola untuk menjadikan BMT Agam Madani lebih profesional dan mampu menjadi kekuatan ekonomi nagari. Hal ini bisa bekerjasama dengan lembaga keuangan syariah profesional lainnya.

Ketiga, memberikan punishment bagi pengelola dan pengurus BMT Agam Madani yang menyelewengkan dana BMT Agam Madani untuk keperluan pribadi dan golongan. Hal ini dapat berupa pemecatan dan pergantian team pengelola.

Keempat, membuat sinergi dengan Lembaga Keuangan sebagai partner strategis untuk percepatan penerapan ekonommi syariah bagi masyarakat. Dalam hal ini pihak pemerintah membuat holding yang mampu menjadi induk dari BMT Agam Madani yang berjumlah 74 unit

Kelima, memperkaya jenis akad dan model pengelolaan usaha BMT Agam Madani, dimana BMT dapat membuka kerjasama dengan perusahaan lain. Hal ini membutuhkan payung peraturan daerah untuk tidak terjadi penyelewengan dalam pengelolaan BMT Agam Madani.

Keenam, memperkuat gerakan Badan Amil Zakat Nasional Kab. Agam dalam menghimpun dan menyalurkan dana Zakat, Infak, Sedekah dan Pengelolaan Wakaf terpadu.

Tanpa perbaikan terus menerus, maka BMT Agam Madani seperti pepetah minang kabau “Ayam mati kelaparan di lumbuang padi. Itiak mati kehausan ditabek.

Semoga ini tidak terjadi bagi kemunduran penerapan ekonomi syariah di kab. Agam yang mempunyai motto “Terwujudnya Kabupaten Agam yang ALAMI” yang merupakan akronim dari “Agamis-Lestari-Adil-Mandiri-Indah“.CMC

SPEKTAKULER, DALAM SEBULAN 5000 KEPING VCD ALBUM MINANG HUTRI LUDES DI PASARAN

Sabtu, 2 Zulqa'dah 1434 H / 7 September 2013 M

Lasi-CMC, Spektakuler dalam sebulan 5000 keping VCD album perdana Hutri Jambak laku keras di pasaran. Album Minang spesial yang bertema "Jambatan Hati" ini dirilis awal Ramadhan 1434 H (Juli) lalu.

Hutri Jambak yang sehari-hari bekerja sebagai pegawai di lingkungan kantor Camat kecamatan Canduang Agam ini mengaku tidak percaya dengan angka penjualan itu. Sebagai pendatang baru di dunia rekaman lagu Minang, ini adalah prestasi menakjubkan bagi mantan Duta Pariwisata “UDA UNI SUMBAR 2006” ini.

Dikutip dari blog Hutri Jambak www.hutrijambak.com Album Minang Spesial Jambatan Hati ini dinyanyikan oleh Hutri dengan penata musik Decky Ryan dan video Paksi Pro. Album ini terdiri dari 10 lagu yaitu: 1. Pituah Ayah (Lirik: Hutri jambak) 2. Alek Gadang Anak Nagari (Cipt: Monisfar) 3. Kaki Limo  (Lirik: Alkalon) 4. Sapasukuan (Cipt: Alkalon) 5. Alah Bakisa (Lirik: Hutri Jambak) 6. Ratok Anak Dagang (Lirik: Hutri Jambak) 7. Nasibnyo Atah (Cipt: Bryan) 8. Jungkek Patiang (Cipt: Monisfar) 9. Pantun Sibayang Diri (Lirik: Hutri Jambak) 10. Kampuang Maimbau (Cipt: Bryan)   

Album ini digarap sepenuhnya oleh Rajo Production yang dipimpin oleh Hutri Jambak sendiri sejak setahun terakhir. Mulai beredar di pasaran sejak awal Ramadhan yang lalu sebanyak 5000 copy yang didistribusikan oleh Elta Rekor Bukittinggi kata Hutri kepada CMC. Sekarang ia sedang mempersiapkan pula ribuan copy VCD lagi yang akan diluncurkan Idul Adha 1434 mendatang. *(Fitra yadi/cmc)

PENGALAMAN LUCU SANTRI MTI CANDUANG BERBAHASA ARAB SEADANYA DENGAN TAMU ASING

Senin, 26 Syawal 1434 H - 2 September 2013 M


MTI Canduang - CMC, Banyak pengalaman lucu yang terjadi ketika kunjungan rombongan peserta Muktamar IMLA (Ittihadu Mudrrisiy al-Lughat Al-'arabiyah) atau persatuan guru Bahasa Arab di Pondok Pesantren Madrasah Tarbiyah Islamiyah Canduang Sabtu (31/08) yang lalu.

Dari pengamatan CMC, ada beberapa pengalaman lucu menarik perhatian dan membuat gelak tawa yang terjadi di saat itu seperti santri-santri MTI Canduang berbahasa Arab seadanya dan diperbaiki oleh tamu, berebut berphoto dengan orang asing, tamu yang membubuhi tanda tangan di telapak tangan dan baju santri, orang asing yang suka dengan peci nasional dan pipi salah seorang putri tamu mendadak merah karena dipegangi beberapa orang santriwati.

Berbahasa Arab Seadanya
Andrial Putra salah seorang crew Justic kepada CMC melaporkan bahwa "ketika acara penyambutan sedang berlangsung di ruangan Aula MTI Canduang beberapa orang asing keluar dari ruangan bertemu dengan beberapa orang santri, bersalaman dan berbincang dengan mereka menggunakan bahasa Arab. Namun para santri mengaku banyak kata-katanya yang mereka tidak mengerti, sehingga terkadang mereka hanya mengangguk-angguk bingung saja.

Bahkan menurutnya orang asing tersebut mungkin ada juga yang tak faham dengan bahasa Arab yang diucapkan oleh santri MTI Canduang sendiri yang terkesan seadanya. Pasalnya ketika berbincang tamu itu sering mengucapkan “Insya Allah na'am” dalam situasi yang tidak relevan. Tetapi Panji Setiawan yang bertindak sebagai MC menilai bahwa orang-orang tersebut baik, terbukti ketika kita berucap salah  mereka bersedia perbaikinya dengan senang hati.

Dari perbincangan dengan mereka para santri tahu bahwa kebanyakan para tamu tersebut berprofesi sebagai dosen di Al-Jazair, Libya, Iraq dan lain-lain" kata Andri.

Berebut Berphoto
Miftahul Fikri salah seorang anggota kominfo-kehumasan MTI Canduang menceritakan kepada CMC "bahwa setelah usai rangkaian acara di aula MTI-C para tamu turun ke lapangan MTI-C dan masing-masing mereka dikerumuni oleh santri yang ingin bersalaman, berfoto dan berbincang-bincang bahkan ketika mereka telah keluar dari gerbang kampus, santri masih mengerumuninya minta berfoto. Namun, sebagian santri lainnya tak bisa mengucapkannya dalam bahasa Arab, sehingga mereka hanya menggunakan bahasa isyarat saja dan tamu asing tersebut faham dan menyodorkan kameranya berfose berphoto bersama.
Salah seorang santri ada yang mencoba meminta berfoto dengan bahasa Arab "Showir" namun bahasanya diperbaiki tamu itu dengan kata “Showur”. Sebelum mereka berangkat kembali ke penginapan di Bukittinggi usai berfoto salah seorang tamu Arab tersebut yang merupakan dosen di Al-Jazair memberikan alamat facebook dan tanda tangannya kepada seorang santri" cerita Fikri.

Minta tanda tangan.
Sebahagian santri lainnya minta tanda tangan kepada tamu sehingga mereka memberi tanda-tangan seadanya saja yang dibubuhkan di buku tulis, telapak tangan dan baju santri.

Pada awalnya tamu asing itu kelihatan bingung disodorkan pena dan buku, tetapi kemudian mereka segera memahaminya dan trus mencandai santri dengan membubuhi tanda tangan di baju, telapak tangan dan lengan mereka.

Tamu asing suka peci nasional
Beberapa orang tamu asing meminjam peci yang dipakai santri dan memakainya untuk berphoto dan bercanda ria dengan mereka.

Anak kecil dipegang-pegang.
Kemudian yang menghebohkan lagi seorang gadis kecil keturunan Arab anak dari salah seorang tamu yang diminta santriwati untuk berphoto dan bercanda ria. Kemudian yang lain berdatangan bertambah ramai mengerumuni mencubit-cubit sayang pipinya hingga memerah. Gadis itu menjauh dan lari ke pelukan umminya.

Tamu memberi hadiah
Salah seorang dari rombongan ketika baru sampai di MTI Canduang berdiri berdo'a dekat maqam Syekh Sulaiman Arrasuli yang terletak di halaman madrasah. Ketika baru selesai pembacaan ayat suci al-Qur'an oleh Siti Latifah Hanum kelas V sebagai pembuka acara di ruangan Aula, ia keluar mengikuti sang Qari'ah yang sempat membuat Hanum terkejut. Kepada Hanum ia mengutarakan kegaguman dan keharuannya dengan bacaan al-Qur'an Hanum tadi yang menyentuh hatinya dan kemudian ia memberi hadiah beberapa lembar uang kertas mata uang Arab.

Kunjungan tamu asing yang berasal dari berbagai nagara Arab, Eropa, Afrika serta Asia ke pondok pesantren MTI Canduang ini sekaitan dengan acara Muktamar IMLA (Ittihadu Mudarrisiy al-Lughat Al-'Arabiyah) Duwaliy atau Persatuan gutu-guru Bahasa Arab Internasional yang digelar di kampus IAIN Imam Bonjol Padang beberapa hari sebelumnya. Menutup acara para peserta berwisata ke Bukittinggi dan menyempatkan bersilaturrahmi dengan keluarga besar MTI Canduang. *(Fitra yadi/cmc)

MASYARAKAT GELAR ACARA YASINAN DI LOKASI MAUT KECELAKAAN KOTO TUO

Ahad, 19 Syawal 1434 H - 25 Agustus 2013 M

Acara Yasinan dan doa bersama
Koto Tuo-CMC, Ratusan orang menggelar acara Yasinan pada hari Sabtu (24/08) dalam rangka 7 hari korban kecelakaan maut Suzuki Swift silver BA1218RT yang menabrak Rumah Gadang suku Guci yang terjadi pada sore Ahad (18/08) yang lalu di simpang Balai jorong Gantiang Koto Tuo nagari Canduang Koto Laweh.


Hadir di lokasi acara keluarga korban kecelakaan, kepala jorong Gantiang Koto Tuo, Kelompok Yasinan Gantiang dan Koto Tuo, Remaja Islam Surau Baru (REMISBA) murid-murid MDA, serta masyarakat umum.

Hj. Elmawati (kiri)
Acara yang dipimpin oleh Hj. Elma Wati ini berjalan dengan khidmat semenjak bakda 'Ashar di bawah atap terpal dan beralaskan tikar plastik di halaman Rumah Gadang tersebut. Acara dimulai dengan membaca Surah Yasin kemudian dilanjutkan dengan Takhtim, Tahlil dan do'a selamat.

Dalam sambutannya Erizal Rangkayo Sutan wali jorong Gantiang Koto Tuo menyampaikan ucapan terimakasih atas partisipasi dan kehadiran masyarakat Canduang. Tujuan acara ini adalah untuk bersilaturrahmi antar keluarga korban dan masyarakat, serta mendo'akan korban kecelakaan Sarma Neli (59 th) dan Nini Asrita (30 th.).

Kemudian Afrizal mewakili keluarga korban yang meninggal menyampaikan ucapan terimakasih atas kebersamaan dan partisipasi masyarakat dan mohon maaf atas kecelakaan yang tidak diingini ini. Selanjutnya Afrizal menyampaikan ucapan maaf atas keterlambatan rombongan keluarga korban yang datang dari Sungai Penuh yang sampai sekarang belum juga sampai di Canduang berhubung kondisi jalan yang tidak terduga.

Setelah acara selesai, CMC mentakkiti Afrizal mengenai jumlah korban yang meninggal. Berhubung dengan pemberitaan CMC pada Senin, 13 Syawal 1434 H - 19 Atustus 2013 M yang lalu yang berjudul "KONDISI KORBAN TABRAK RUMAH GADANG KOTO TUO" yang menulis "Nadya anak Adit meninggal di rumah Sakit". Afrizal mengatakan korban yang meninggal hanya 2 orang saja yaitu mertua serta istri pengemudi.
 
Afrizal mengatakan pengemudi mobil itu adalah keponakannya sendiri yang memiliki nama panjang Modia Andika (34 th.). Sekarang kakaknya Suniar (70 th) dan Modia Andika beserta anaknya Nadya (6 th.) masih di rawat di RSUP. Dr. M. Djamil Padang. 

Dari pantauan CMC, pagi Ahad (25/08) keluarga korban beserta pemilik rumah Gadang yang rusak itu bermusyawarah di lokasi kecelakaan membahas jumlah kerusakan dan ganti rugi secara kekeluargaan.*(Fitra yadi/cmc

INILAH PELAKSANA UPACARA DETIK-DETIK PROKLAMASI DI MARAPI

Selasa, 14 Syawal 1434 H - 20 Agustus 2013 M

Pengibaran Bendera Merah Putih di Merapi
Marapi-CMC, Ratusan pendaki gunung dengan khidmat mengikuti upacara peringatan detik-detik proklamasi di puncak Marapi Sumatera Barat pukul 08.30 Wib di lapangan dekat puncak Parpatiah. Bertindak sebagai komandan upacara adalah Edi dari Tagana, sedangkan pembina Upacara Fitrayadi dari Palatica (Pencinta Alam Tarbiyah Islamiyah Canduang).

Pukul 08:30 Wib. 35 orang anggota Palatica mensosialisasikan kepada para pendaki yang sudah sampai di puncak bahwa nanti pukul 08.00 Wib. akan digelar upacara peringatan detik-detik proklamasi di lapangan. Sedangkan anggota lainnya melakukan persiapan pelaksana upacara, persiapan tiang bendera dan lain-lain.

Terpilih menjadi pelaksana upacara Arif Rahmad Qusyairi sebagai protokoler dan pembawa acara Novi Herlina dari Palatica, penggerek bendera adalah Anto dari Batusangkar dan 2 orang dari Padang. Sedangkan komandan upacara adalah Edi dari Tagana dan pembina upacara Fitrayadi dari Palatica.

Setelah melakukan gladiresik beberapa menit, kemudian pukul 08.30 Wib. langsung melaksanakan upacara dengan khidmat.

Setelah upacara bendera, masing-masing peserta saling bersalaman dan kemudian bubar melanjutkan perkelanaan berkilo-kilo meter mengelilingi kawah, gugusan batu dan taman-taman Edelweiss.*(Fitra yadi/cmc)

KONDISI KORBAN TABRAK RUMAH GADANG KOTO TUO

Senin, 13 Syawal 1434 H - 19 Atustus 2013 M

Sampai sore tadi Senin (19/08) Suzuki Swift silver BA1218RT yang dikemudikan Adit (32 th.) hingga menabrak Rumah Gadang di simpang Balai Koto Tuo pada sore Ahad (18/08) yang lalu masih tergeletak di bawah kandang rumah Gadang itu. Masyarakat terlihat masih ramai berkunjung.

Keluarga Kayo Alin sipemilik rumah Gadang itu pindah ke rumah tetangga di belakang rumah sejak sore kemaren. Masyarakat juga kelihatan ramai membawa beras melayat ke rumah mereka.

Sedangkan rumah keluarga Adit di Batu Tagak jorong Bingkudu nagari Canduang Koto Laweh kelihatan sepi, pintu rumahnya terkunci. Tetangga mengatakan bahwa mereka semuanya berada di rumah sakit. Batu Tagak berjarak hanya 1 km dari Koto Tuo arah ke Gunung Merapi (mudiak).
 

Kecelakaan naas itu bermula ketika mobil melaju kencang dari mudiak (Batu Tagak) di bengkolan simpang Balai Koto Tuo mobil oleng tidak terkendalikan sehingga membentur batu dan melambung ke udara dan akhirnya menyeruduk kandang rumah gadang.


Dikutip dari harian Singgalang, mobil itu berisi 5 penumpang yaitu Adit (32 th.) pemilik mobil sekaligus pengemudi, Sumiar orang tua Adit (65 th), Nen Mertua Adit (60 th.), Rita istri Adit (28 th.) sedang hamil, dan anak Adit Nadya (7 th.).

Fitri, seorang ibu rumah tangga warga Koto Tuo mengatakan bahwa Nen mertua Adit meninggal di lokasi sedangkan Rita istri Adit meninggal di Puskesmas Baso membawa janinnya dan Nadya anak Adit meninggal di rumah Sakit. Jenazah korban diberangkatkan ke Sungai Penuh, kampung halamannya. Sedangkan Adit dan orang tuanya Sumiar masih di rawat di RSUP Dr. M. Djamil Padang. 

Harian Singgalang menulis "Menurut informasi pihak keluarga Adit, mereka pulang ke kampung bersama istri, anak, ibu dan ibu mertua untuk menghadiri pesta perkawinan keluarga lainnya. Baralek berlangsung beberapa hari lalu. Adit merupakan karyawan BRI di Padang sementara istirinya Rita karyawan BNI di Pariaman".

Erizal Rangkayo Sutan, Kepala Jorong Gantiang Koto Tuo mengatakan bahwa besok (Selasa, 20 Agustus) masyarakat akan bergotong royong memperbaiki bagian rumah yang rusak itu. Kita akan meminta sumbangan kepada masyarakat berupa kayu, paku, bambu dan bahan-bahan lainnya. *(Fitra yadi/cmc)
 

Support : Creating Website | Hutri | CMC
Copyright © 2011. CMC - All Rights Reserved
Template Created by Hutri Published by CMC
Proudly powered by CMC